Demi kenyamanan, AC (Air Conditioner) ibarat komponen wajib pada sebuah kendaraan. Namun, rasanya tak banyak orang yang mengetahui cara kerja AC mobil. Asalkan bisa nyala dan mendinginkan kabin, semuanya baik-baik saja. Kalau ada kerusakan, tinggal panggil saja jasa servis AC mobil untuk membenarkan. Apakah Anda termasuk satu dari sekian banyak pemilik mobil yang berpikir demikian?
Jika iya, mulai sekarang ada baiknya Anda mengubah pola pikir tersebut. Tidak semua bengkel bisa memperbaiki AC mobil yang rusak. Juga tak semua masalah yang terjadi pada AC mobil disebabkan oleh kerusakan di dalamnya.
Untuk mengetahui cara kerja AC mobil, mari kita lihat satu per satu komponen beserta fungsinya, sehingga Anda dapat mendeteksi bagian mana yang mengalami kerusakan jika timbul masalah tiba-tiba.
Komponen dalam sistem AC mobil
Penting untuk diketahui komponen apa saja yang ada di dalam AC mobil sebelum beralih ke pembahasan tentang cara kerjanya. Secara umum dan sederhana, komponen AC mobil terdiri dari kompresor, kondensor, filter/dryer, katup ekspansi, dan evaporator.
1. Kompresor
Komponen yang berfungsi untuk mengalirkan freon ke dalam sistem AC mobil. Kompresor digerakkan oleh mesin mobil dengan kopling magnet yang menghubungkan putaran ke mesin supaya bisa dihidupkan dan dimatikan.
2. Kondensor
Bagian yang berfungsi untuk mengubah gas freon menjadi bentuk cair. Hal ini bisa terjadi berkat pelepasan panas ke udara luar melalui sisi kondensor.
3. Filter/dryer
Fungsinya adalah untuk menyaring partikel kotoran di dalam sistem.
4. Katup ekspansi
Untuk mengubah freon cair bertekanan tinggi ke rendah dalam bentuk kabut.
5. Evaporator
Menyerap udara panas di luar yang dialirkan ke dalam ruangan. Udara panas ini diserap, melalui sisi evaporator yang dingin, lalu dihembuskan kembali ke luar. Akibatnya, udara dingin dari AC akan terasa.
Proses kerja AC hingga menghasilkan udara dingin
Kompresor digerakkan oleh mesin mobil supaya memompa dan mensirkulasikan freon yang berbentuk gas ke dalam sistem pendingin. Freon tersebut dialirkan ke kondensor untuk didinginkan dengan cara melepas panas ke udara lewat sirip kondensor. Pada saat itu juga, freon yang didinginkan berubah bentuk dari gas menjadi cair.
Selanjutnya, freon yang sudah berbentuk cair, dialirkan ke filter/dryer untuk disaring dari uap air maupun kotoran yang ikut terbawa dalam sistem. Freon hasil penyaringan dialirkan ke katup ekspansi untuk menurukan tekanannya. Dengan menurunkan tekanan, maka otomatis temperatur juga menurun. Penurunan tekanan ini juga akan membuat freon berubah menjadi kabut.
Freon ini kemudian dialirkan ke evaporator hingga menyebabkan evaporator bersuhu dingin. Udara ruangan yang awalnya panas, diserap masuk melalui evaporator. Otomatis, dengan melewati evaporator yang dingin, udara yang awalnya panas, berubah menjadi dingin. Udara ini kemudian dialirkan kembali ke ruangan dan membuat sekeliling menjadi sejuk.
Begitulah penjelasan dari cara kerja AC mobil secara sederhana. Jika di kemudian hari Anda menemui masalah dengan AC mobil, maka sedikit banyak akan tahu bagian mana yang bermasalah. Misalnya saja AC mobil yang terasa tidak dingin. Bisa jadi penyebabnya adalah pada freon yang habis atau ada komponennya yang tidak berfungsi sempurna.